INFOLAKI.COM, JAKARTA — Ketua Umum Aliansi Pemuda Mahasiswa Bela Nusantara, Santos Simbolon, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transparansi, integritas, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun lembaga publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Santos dalam aksi yang digelar pada 18 Agustus 2026 di depan Kantor DPP PDI Perjuangan. Aksi tersebut, menurutnya, merupakan bentuk kepedulian terhadap pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pejabat publik dan institusi negara.
Baca Juga : Warga Ring Setengah Gelar Aksi di Gate 2 BUP Pelindo Dumai, Soroti Dampak Debu Bongkar Muat PKM dan PKE
Dalam pernyataannya, Aliansi Pemuda Mahasiswa Bela Nusantara turut menyoroti isu yang dikaitkan dengan Hardiyanto Kenneth. Santos menyebut terdapat dugaan persoalan terkait aspek etika dan kepemimpinan yang menjadi perhatian pihaknya.
Namun demikian, Santos menegaskan bahwa berbagai informasi maupun tudingan yang disampaikan dalam aksi tersebut masih berada dalam ranah dugaan dan harus dibuktikan melalui mekanisme pemeriksaan yang objektif, transparan, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Setiap dugaan harus diuji melalui mekanisme yang objektif dan transparan. Kami menghormati proses hukum serta prinsip praduga tak bersalah,” ujar Santos dalam pernyataannya.
Menurutnya, kritik dan penyampaian aspirasi publik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Karena itu, pihaknya meminta agar setiap persoalan yang menjadi perhatian masyarakat dapat ditangani secara terbuka dan berdasarkan fakta serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
Santos juga menyatakan Aliansi Pemuda Mahasiswa Bela Nusantara tidak menutup kemungkinan kembali menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa jilid II dalam waktu dekat.
Baca Juga : Fahri Ramadhani Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna Desa Rengas Kapuas
Aksi lanjutan tersebut rencananya mengusung tema “HUT RI JAGA INTEGRITAS”. Tema itu, kata Santos, menjadi penegasan bahwa momentum peringatan kemerdekaan Indonesia harus diiringi dengan komitmen bersama untuk menjaga integritas, kepercayaan publik, dan tata kelola pemerintahan yang bersih.
“Kami tidak segan-segan untuk kembali melakukan aksi unjuk rasa jilid II dalam waktu dekat. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa semangat kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui integritas dan tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.
Aliansi Pemuda Mahasiswa Bela Nusantara berharap seluruh pihak dapat menyikapi persoalan tersebut secara proporsional dan mengedepankan mekanisme yang sah, sehingga setiap dugaan dapat memperoleh kejelasan berdasarkan fakta, bukan sekadar persepsi atau opini.
Santos menambahkan, pihaknya akan terus mengawal aspirasi tersebut dengan tetap mengedepankan ketertiban, transparansi, serta koridor hukum yang berlaku. (red)







