INFOLAKI.COM, BANDUNG BARAT – Ketua Pordasi Kabupaten Kubu Raya, Burhanudin Abdullah, menghadiri rangkaian persiapan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PP Pordasi Equestrian Open Tournament 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Yonkavkud 1/Sembrani, Parongpong, Jawa Barat.
Kejuaraan tersebut melibatkan puluhan atlet dari berbagai daerah, di antaranya Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Riau, Jambi, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah.
Rangkaian persiapan diawali dengan Horse Inspection atau pemeriksaan kondisi kuda, kemudian dilanjutkan dengan Technical Meeting untuk membahas regulasi pertandingan serta kesiapan teknis para peserta.
Baca Juga : DPC LAKI Buton Apresiasi Gerak Cepat Polres Tertibkan Kendaraan Bertangki Modifikasi di SPBU Pasarwajo
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan olahraga berkuda nasional yang diketuai oleh Mayor Jenderal TNI Agape Zacharia Dondokambey, S.E., M.Han., sosok perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki rekam jejak dalam kepengurusan Pordasi.
Mayjen TNI Agape diketahui pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Berkuda Memanah (Horseback Archery) PB Pordasi. Ia juga pernah dipercaya menjadi Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) dalam proses transisi kepengurusan Pordasi pada akhir 2024, yang mencakup empat pilar olahraga berkuda, yakni Pacu, Equestrian, Berkuda Memanah, dan Polo.
Sementara itu, Burhanudin Abdullah hadir mewakili Pordasi Kubu Raya, Kalimantan Barat, bersama Sekretaris Pordasi, Nazirin H. Umar.
Dalam kejuaraan ini, PORDASI Kubu Raya menurunkan dua atlet dengan dua ekor kuda, yakni M. Syahmi Arfan dan Muhammad Hamdhani Rifai. Keduanya akan mengikuti nomor dressage (tunggang serasi) dan jumping (lompat rintangan).
Dalam kesempatan tersebut, Burhanudin menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan olahraga berkuda di Kalimantan Barat. Menurutnya, keikutsertaan dalam kejuaraan nasional tidak boleh hanya menjadi ajang partisipasi, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas atlet daerah.
“Ini menjadi momentum penting bagi Pordasi Kalbar untuk turut serta dalam kegiatan Pordasi di tingkat nasional. Saya menaruh harapan besar melalui kegiatan ini. Kalbar harus maju, bukan hanya sekadar ikut ambil bagian saja,” tegas Burhanudin.
Berawal dari Kecintaan terhadap Olahraga Berkuda
Burhanudin secara terbuka mengakui bahwa dirinya belum memiliki pengalaman mendalam dalam olahraga berkuda. Namun, kecintaannya terhadap olahraga tersebut menjadi motivasi untuk ikut membangun dan mengembangkan Pordasi Kubu Raya.
“Memang saya belum memiliki pengalaman dalam olahraga berkuda. Namun, saya tertarik dengan olahraga ini karena Rasulullah menyukai olahraga berkuda dan memanah. Hal inilah yang membuat saya tertarik untuk memimpin olahraga berkuda,” ungkapnya.
Menurut Burhanudin, pengembangan Pordasi Kubu Raya ke depan tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga harus menyentuh pembinaan atlet sejak dini, peningkatan fasilitas, serta pengenalan olahraga berkuda kepada masyarakat luas.
Ia meyakini Kalimantan Barat memiliki potensi untuk melahirkan atlet-atlet berkuda berprestasi apabila didukung pembinaan yang serius, konsisten, dan berkelanjutan.
Melalui Kejurnas Equestrian 2026, Burhanudin berharap para atlet Kalimantan Barat memperoleh pengalaman sekaligus kesempatan mengukur kemampuan mereka dalam menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Baginya, kehadiran Kalimantan Barat dalam kejuaraan tersebut membawa satu harapan besar, yakni menjadikan olahraga berkuda sebagai cabang olahraga yang terus berkembang, semakin dikenal masyarakat, dan mampu mengharumkan nama daerah.
Kejurnas Equestrian 2026 juga diharapkan menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antarpengurus Pordasi dari berbagai provinsi dalam mendorong kemajuan olahraga berkuda Indonesia. (red)









