Spread the love

INFOLAKI.COM, DUMAI — Puluhan pelajar SDN 013 dan SDN 015 Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (13/8/2026).

Makanan tersebut disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gajah Mada, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur. Menu yang diberikan kepada para siswa terdiri dari nasi, bakso, tempe, sayur, dan buah jeruk.

Baca Juga : Tantan Sulthon Menang Telak, PWI Bekasi Raya Ucapkan Selamat dan Siap Bersinergi

“Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala berupa sakit perut, mual, hingga muntah setelah mengonsumsi makanan tersebut. Di SDN 015, sedikitnya 11 siswa dilaporkan mengalami keluhan dan mendapatkan penanganan, baik di ruang UKS maupun di RSUD Kota Dumai.

Awak media InfoLaki.com turun langsung ke lapangan dengan mendatangi SDN 015 dan SDN 013 untuk memperoleh informasi terkait kondisi para siswa. Tim juga menyambangi RSUD Kota Dumai, tempat sejumlah pelajar masih menjalani perawatan.

Baca Juga : LAKI Desak MA Terbitkan SE atau Perma untuk Batasi Praperadilan Berulang, Dorong Kepastian Hukum dan Penegakan Hukum yang Berkeadilan

Dinas Kesehatan Kota Dumai turut turun ke sekolah untuk memberikan bantuan dan penanganan terhadap para siswa yang mendapatkan perawatan di UKS. Kondisi para pelajar terus dipantau oleh pihak sekolah dan tenaga kesehatan.

Pada Kamis sore sekitar pukul 15.30 WIB, awak media InfoLaki.com kembali menemui sejumlah majelis guru di RSUD Kota Dumai. Para guru masih setia mendampingi murid-murid mereka yang menjalani perawatan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius, mengingat program MBG merupakan program pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak-anak sekolah. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan pada para siswa.

Hingga kini, kondisi para pelajar yang mendapatkan perawatan masih menjadi perhatian pihak sekolah, keluarga, dan instansi terkait. Pemeriksaan terhadap makanan maupun faktor lain yang berpotensi menyebabkan keluhan kesehatan diharapkan dapat mengungkap penyebab kejadian tersebut secara terang.(bustamar/red)