Spread the love

INFOLAKI.COM, BELITUNG TIMUR –Ribuan warga yang berprofesi sebagai penambang bijih timah di Kabupaten Belitung Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT Timah Tbk di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Jumat (7/8/2026).

Massa menyampaikan aspirasi terkait belum normalnya aktivitas pembelian bijih timah yang disebut berkaitan dengan belum terbitnya RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) PT Timah Tbk. Kondisi tersebut dinilai telah berdampak terhadap kehidupan para penambang rakyat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pertambangan.

Baca Juga : Bangunan UMKM RW 16 Jadi Sorotan, Satria Tantang Pemkot Bekasi Tertibkan Semua Bangunan Tanpa Pengecualian

Pada awalnya, aksi berlangsung tertib. Para peserta menyampaikan tuntutan agar pemerintah dan PT Timah Tbk segera memberikan kepastian terkait operasional pembelian bijih timah.

Menurut massa, belum normalnya penyerapan hasil tambang membuat para penambang mengalami kesulitan dalam menjual bijih timah yang telah mereka hasilkan. Kondisi tersebut dinilai berimbas langsung terhadap pendapatan serta keberlangsungan ekonomi keluarga.

Dalam orasinya, para penambang menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak hanya menyangkut aktivitas pertambangan, tetapi juga menyentuh roda perekonomian masyarakat Belitung Timur secara luas.

Sebab, aktivitas pertambangan selama ini turut menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari pedagang kecil, pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi, hingga usaha lainnya yang bergantung pada perputaran uang dari sektor pertambangan.

Baca Juga : Kapolda Jabar Perkuat Sinergi dengan Serikat Buruh, Gaspermindo Desak Revisi UU Ketenagakerjaan

Massa menilai ketidakpastian operasional pembelian bijih timah telah membuat rantai ekonomi masyarakat ikut terdampak. Mereka pun mendesak agar proses penerbitan RKAB segera mendapatkan kepastian sehingga kegiatan pembelian dan penyerapan bijih timah dapat kembali berjalan.

Namun, situasi kemudian berkembang dan aksi tersebut berujung pada insiden kebakaran di area kantor PT Timah Tbk.

Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Belum ada kesimpulan mengenai sumber api maupun pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran tersebut.

Aparat penegak hukum saat ini masih melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap kronologi serta penyebab pasti insiden tersebut. Petugas juga melakukan pengumpulan informasi dan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang dianggap mengetahui rangkaian peristiwa.

Kebakaran tersebut menambah eskalasi dari aksi yang sebelumnya digelar untuk menyampaikan tuntutan terkait kepastian operasional pembelian bijih timah.

Masyarakat berharap proses penanganan insiden dapat dilakukan secara objektif dan transparan, sekaligus tidak mengaburkan substansi utama aspirasi para penambang mengenai kepastian aktivitas pertambangan dan penyerapan bijih timah.

Di sisi lain, pemerintah dan PT Timah Tbk diharapkan segera memberikan penjelasan mengenai perkembangan penerbitan RKAB serta langkah yang akan ditempuh untuk memastikan keberlangsungan ekonomi masyarakat penambang di Belitung Timur.

Sementara itu, aparat masih melakukan pendalaman terhadap insiden kebakaran tersebut. Hasil pemeriksaan di TKP nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kebakaran yang terjadi setelah aksi massa berlangsung. (ibnu/red)