Spread the love

INFOLAKI.COM, SAMARINDA — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan Coffee Morning bersama organisasi kemasyarakatan (ormas) lingkup Provinsi Kalimantan Timur, Senin (13/4). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada No. 02, Samarinda.

Pertemuan tersebut mengusung tema “Literasi Bahasa dan Komunikasi Publik: Peran Strategis Organisasi Masyarakat dalam Mewujudkan Masyarakat Partisipatif”. Tema ini dinilai relevan dalam memperkuat peran ormas sebagai mitra pemerintah dalam membangun komunikasi publik yang sehat, terbuka, dan berdaya guna.

Baca Juga : Kisah Inspiratif Sang Jenderal Tangkil: Dari Hiruk Pikuk Pasar Menuju Kursi Petinggi Pemasyarakatan

Dalam forum tersebut, Kesbangpol Kaltim menekankan pentingnya literasi bahasa dalam aktivitas advokasi yang dilakukan oleh ormas. Literasi yang baik diyakini mampu memastikan kesatuan makna sebagai representasi organisasi, sehingga pesan yang disampaikan kepada masyarakat tidak menimbulkan multiinterpretasi.

Ketua DPD LAKI KALTIM, Andi Agus Salim, S.H., Plt Kesabangpol Arih Pranata Filipus Sembiring S.I.P, M.E., Wakil Sekretaris, Drs. A. Asnir Nazir dan Wakli Bendahara Dewyrawati

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Laskar Anti Korupsi Indonesia (DPD LAKI KALTIM), Andi Agus Salim, S.H., Wakil Sekretaris, Drs. A. Asnir Nazir dan Wakli Bendahara Dewyrawati  bersam jajaran ikut hadir dalam acara tersebut.

Andi Agus Salim mengatakan,  “ LAKI tetap berperan aktif dalam menyoroti kebijakan Pimpinan Daerah yang selalu menuai kontroversi terhadap masyarakat dan dinasti politik yang merusakan tatanan” ujarnya.

Sudah menjadi rahasia umum terkait  Polemik Mobil Dinas Mewah: Rudy Mas’ud menjadi sorotan setelah anggaran mobil dinasnya mencapai Rp8,5 miliar dan rencana anggaran Rp25 miliar untuk renovasi rumah dinas, mendapat kecaman publik ditambah lagi sorotan gaya hidup istri Gubernur Sarifah Suraidah yang penampilannya glamour kerap dijuluki warganet “Noni Belanda”.

Hal ini tentu menjadi catatan penting dalam proses Good and Clean Government, bagaimana tata kelola pemerintahan yang baik (good) dan bersih (clean), efektif, transparan, akuntabel, serta bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Konsep ini menekankan pada pelayanan publik yang optimal, partisipasi masyarakat, dan penegakan hukum demi kepentingan rakyat.

Andi Agus Salim, menambahkan “terkait rencana demo besar tanggal 21 April nanti DPD LAKI Kaltim mendukung agenda tersebut, pungkasnya.

Selain itu, ormas juga didorong untuk menyajikan komunikasi publik yang kritis namun tetap mengedepankan kolaborasi. Hal ini penting guna menciptakan ruang dialog yang konstruktif antara masyarakat dan pemangku kepentingan.

Baca Juga : Polres Metro Bekasi Dalami Kasus Penipuan dan Pemalsuan, Konfrontir Tersangka dan Saksi Digelar

Kesbangpol juga mengingatkan pentingnya menjaga kebenaran bahasa dalam penyampaian informasi publik. Di tengah derasnya arus informasi, akurasi dan kejelasan pesan menjadi kunci untuk menghindari disinformasi yang dapat memecah belah masyarakat.

Lebih lanjut, peran ormas dalam menggerakkan partisipasi publik yang dialogis turut menjadi sorotan. Ormas diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif, sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.

Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Kaltim berharap seluruh ormas dapat terus berkontribusi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta memperkuat kohesi sosial di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Timur. (daroel/red)