Spread the love

INFO LAKI, BUTON – Organisasi Masyarakat Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) merespon jalan yang menghubungkan pusat Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Buton, Kecamatan Pasarwajo dan Kecamatan Wabula saat ini kodisinya rusak parah.

Seperti diketahui, Kabupaten Buton daerah penghasil aspal terbesar di Indonesia bahkan dunia.

Samsul, Sekertaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LAKI Buton beserta pengurus meninjau langsung lokasi tepatnya di Jalan Poros Pasarwajo-Wabula, Desa Kondowa Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Samsul mengatakan,” ruas jalan lebar enam meter, sedangkan jalan rusak itu panjang delapan meter. Saat ini ruas jalan telah di tumbuhi rerumputan, sehingga membuat jalan menjadi sempit untuk dilewati.

“Ada juga kekhawatiran masyarakat terhadap jalan rumput tebal akan terindikasi menjadi sarang ular yang dapat membahayakan bagi pengguna roda dua terutama penjalan kaki,” kata Samsul.

Menurut keterangan masyarakat Desa Koholimombono Kecamatan mengatakan, sebagai pelaku pengguna jalan raya yang selalu melintasi dan melewati jalan tersebut merasa resah.

“Ia meminta perhatian pemerintah daerah untuk turun dan tinjau langsung di lapangan kondisi jalan rusak tersebut.

Karena dinilai menghambat pertumbuhan perputaran ekonomi yang ada di Kabupaten Buton menghubungkan dua kecamatan. Dan lebih rawannya lagi dapat menyebabkan kecelakan beralulintas,” terangnya melalui pesan WhatsApp Sekertaris LAKI Buton.

Tambahnya, Jalan tersebut rusak bukan hari ini saja terjadi bahkan sudah memakan satu tahun. Apalagi di setiap musim penghujan karena tidak memadainya drainase penyaluran air.

Sehingga arus air dari gunung akibat hujan deras menggerus jalan aspal, dan menyebabkan kerusakan jalan tersebut,” ucap masyarakat Kabupaten Buton.

Samsul, Sekretaris DPC LAKI Buton menyebut, pemerintah daerah Pejabat Bupati Buton dalam hal menjalankan roda pemerintahan dari Kecamatan Pasarwajo ke Kecamatan Wabula sering menggunakan jalan tersebut.

Tapi entah kenapa sampai kondisinya seperti ini tidak tanggap dalam melakukan langkah langkah perbaikan ataukah mungkin sudah ada program dan upaya pemerintah untuk melakukan perbaikan di luar nalar dan pengetahuan kami selaku masyarakat, kata Samsul.

Samsul menyampaikan dirinya telah berkoordinasi dengan pimpinannya untuk terus melakukan pengawasan dan pengawalan akan jalan rusak tersebut sampai dimana wujud perhatian dan kehadiran pemerintah dalam merespon keluh kesah masyarakat terkait jalan rusak yang ada di Kabupaten Buton selaku penghasil aspal terbesar di indonesia bahkan dunia,” terangnya.

Terpisah,” Pada tanggal 6 Mei 2024 Samsul, Sekretaris DPC LAKI Buton bertemu dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umun M. Wahyudin terkait jalan rusak yang menghubungkan dua kecamatan. Yaitu Kecamatan Pasarwajo dan Kecamatan Wabula Kabupaten Buton.

“Kadis PU menyampaikan bahwa belum ada anggaran terkait perbaikan jalan. Lalu meminta untuk menemui masyarakat yang memiliki lahan tersebut untuk di buatkan hibah, supaya pemerintah bisa membuat dernase untuk luapan air sungai dari gunung turun kelaut,” ucap Kadis PU kepada Samsul, Sekretaris DPC LAKI Buton.

Kepala Dinas PU Pemkab Buton juga mengatakan setiap tahun pada awal musim hujan luapan air dari gunung selalu merusak bahkan material bebatuan berhaburan akibat luapan derasnya sungasi,” jelasnya.

Selanjutnya pada tanggal 3 Juni 2024, kami bertemu kembali dengan Kepala Dinas PU, M. Wahyudin di kantor Bupati Buton. Kami sampaikan kembali terkait jalan rusak tersebut.

Namun beliau (Kadis PU) mengatakan belum ada anggaran dari daerah. Kita menuggu saja kata Kadis PU Wahyudin.

“Dan walaupun ada anggaran harus punya surat hibah dari lahan kebun masyarakat itu, supaya jangan ada komplen kata,” Wahyudin.

Sementara Sekretaris Daerah Pemkab Buton, Asnawi Jamaluddin mengatakan hal yang sama, bahwa bulan ini daerah belum ada anggaran.

”Bahwa ketika ada anggaran nanti tentunya harus ada hibah tanah dari pemilik lahan masyarakat, agar nanti tidak ada hal-hal yang merugikan masyarakat dan daerah,” terang Asnawi.

Asnawi menambahkan, pemerintah akan buatkan dernase dari mata air itu turun sampai kelaut. supaya air nanti tidak meluap kejalan raya dan tidak mengganggu pengguna jalan yaitu masyarakat,” katanya kepada Samsul, Pada tanggal 7 mei 2024 melalui sambungan telpon.