Spread the love
Andi Rajab, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) “sebagai kepala Dinas tidak mau tahu berapa anggarannya, karena yang terlibat langsung itu Kepala Sekolah”.

INFOLAKI.COM, POLEWALI MANDAR – Ada apa di balik revitalisasi SD Negeri 030 Binuang, ada papan pengumuman yang mecantumkan nama Media dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) menguat.

Program pembangunan revitalisasi sekolah yang digadang-gadang sebagai wujud perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan di Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat, justru tercoreng isu miring , pasalnya Dari 32 sekolah penerima bantuan pembangunan fisik tersebut ada salah satu sekolah di kecamatan Binuang kini mendadak jadi buah bibir.

Bukan soal progres pembangunan, namun melainkan karena papan informasi proyek di sekolah tersebut mencantumkan nama perusahaan media dan LSM tertentu. Langkah itu dianggap janggal dan menimbulkan tanda tanya besar: apa kepentingannya mereka dipajang di papan proyek pembangunan sekolah

Dewan Pimpinan Cabang Laskar Anti Korupsi Indonesia (DPC LAKI) Polewali Mandar menilai, hal ini berpotensi mengarah pada praktik KKN.

“Apakah mereka ini ada kongkalikong atau membekingi sekolah tersebut, Kenapa mesti tiga nama itu yang dikhususkan untuk melakukan pengawasan,” Burhanuddin
Ditambahkan” Jangan sampai kami menduga ada unsur KKN di situ,” tegas Burhanuddin, Kamis (18/9/25).

Menanggapi hal itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Polewali Mandar menegaskan bahwa pihaknya hanya berfungsi sebagai pengawas umum dan tidak terlibat langsung dalam teknis pelaksanaan maupun pengelolaan anggaran revitalisasi sekolah.

Baca Juga : PWI Kalimanta Barat Siap Resmikan Gedung Baru

“Di dalam pengawasan kami tidak ikut campur terhadap pelaksanaan revitalisasi. Kita cuma mengontrol, kontrolnya seperti apakah sudah atau tidak dan Terhadap pengaturan di bawahnya, segala macamnya, kami tidak pernah dilibatkan, bahkan saya pun sebagai kepala dinas tidak mau tahu berapa anggarannya, karena yang terlibat langsung itu kepala sekolah,” ujarnya A.Rajab

Namun adanya pencantuman nama perusahaan media dan LSM yang muncul dalam papan informasi pembangunan SDN 030 Binuang, Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Polewali Mandar mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

“Itu di luar sepengetahuan saya. Bisa jadi itu pihak panitia dan kepala sekolah yang membuat seperti itu,” tegasnya. (Timred).