INFOLAKI.COM, BEKASI — Ketua Umum Pemersatu Anak Bangsa (PAB), Engelbertus Yamrewav biasa disapa Berti, menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) IV Partai Hanura Kota Bekasi. Kehadiran tersebut tidak hanya sebagai bentuk silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk menyampaikan harapan agar Partai Hanura mampu tampil dengan semangat baru dan memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat Kota Bekasi.
Ketua Umum PAB mengatakan, secara pribadi maupun mewakili organisasi yang dipimpinnya, ia menyambut positif kebangkitan Partai Hanura dengan semangat serta identitas baru.

Menurutnya, perubahan dan semangat baru tersebut diharapkan benar-benar menjadi harapan baru bagi Partai Hanura untuk semakin berkontribusi dalam pembangunan Kota Bekasi.
“Secara pribadi dan mewakili Ormas PAB, saya berharap dengan hadir dan bangkitnya Partai Hanura dengan semangat baru dan logo yang baru ini betul-betul menjadi sebuah harapan baru untuk Partai Hanura di Kota Bekasi. Semoga bisa berbuat lebih banyak lagi untuk Kota Bekasi,” ujarnya.
Ia juga berharap Hanura mampu membangun komunikasi dan hubungan yang semakin kuat dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, serta kelompok masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan ras.
Baca Juga : Muscab IV Hanura Kota Bekasi Digelar, Siap Bangkit Rebut Kembali Kursi DPRD
Menurutnya, keberagaman Kota Bekasi harus menjadi kekuatan bersama, bukan sumber perpecahan.
Dalam konteks tersebut, ia menegaskan eksistensi Ormas PAB diarahkan sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan antarelemen masyarakat di Kota Bekasi.
Ia menyebut PAB selama ini telah berupaya mengambil peran dalam mencegah potensi gesekan antarkelompok dan organisasi kemasyarakatan, sekaligus membangun komunikasi agar persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara damai.
“Eksistensi Ormas PAB adalah menjadi pemersatu seluruh Ormas yang ada di Kota Bekasi. Kami sudah berbuat banyak hal untuk menghindari keributan antar-Ormas di Kota Bekasi dan meminimalkan persoalan kesukuan, ras maupun agama,” katanya.
Ia menegaskan, PAB tidak membawa semangat kesukuan, ras maupun kelompok tertentu. Sebaliknya, organisasi tersebut mengedepankan semangat kebangsaan dan nasionalisme.
“Kita bukan berbau kesukuan. Kita nasionalisme. Kota Bekasi ini milik kita bersama,” tegasnya.
Ormas Harus Kembali kepada Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PAB juga mengingatkan seluruh organisasi kemasyarakatan agar tidak kehilangan jati dirinya. Menurutnya, Ormas pada hakikatnya lahir dari masyarakat sehingga keberadaannya harus memberikan manfaat dan kembali mengabdi kepada masyarakat.
Baca Juga : Malam Puncak HUT ke-81 RI, MPC Pemuda Pancasila Kota Bekasi Perkuat Soliditas dan Kepedulian Sosial
Ia menilai Ormas semestinya tidak hanya hadir ketika memiliki kepentingan organisasi maupun kepentingan pribadi pengurus.
“Ormas itu lahir dari rakyat dan harus kembali untuk masyarakat. Namanya saja organisasi masyarakat, jadi harus kembali kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia mendorong agar Ormas lebih banyak mengambil peran dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, menjaga hak-hak warga, serta menjadi mitra kritis pemerintah.
Menurutnya, Ormas memiliki posisi strategis untuk ikut mengawasi jalannya pemerintahan agar kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Ormas itu seyogyanya kita jaga masyarakat, melindungi hak-hak masyarakat. Kepada pemerintah, kalau bisa kita kontrol kinerjanya,” katanya.
Ia berharap momentum Muscab IV Partai Hanura Kota Bekasi dapat menjadi awal bagi terbentuknya komunikasi dan kolaborasi yang lebih luas antara partai politik, Ormas, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga.
Kolaborasi lintas kelompok tersebut dinilai penting untuk menjaga kondusivitas Kota Bekasi sekaligus mendorong pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Perbedaan jangan menjadi alasan untuk kita terpecah. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun Kota Bekasi bersama,” pungkasnya.(daroel/red)







