INFOLAKI.COM, PONTIANAK, KALBAR – Penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah dilaporkan mengalami hambatan. Tersendatnya distribusi tersebut memicu kekecewaan di kalangan masyarakat yang selama ini bergantung pada program tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Salah satu staf Bulog, Aris, menyampaikan bahwa penyaluran belum dapat dilakukan secara optimal. Ia menyebut kondisi ini turut dipengaruhi oleh situasi ekonomi global yang berdampak pada proses distribusi.
Baca Juga : Polres Ketapang Adakan Rikmin Awal Rekrutmen Anggota Polri 2026
Namun demikian, persoalan utama yang mengemuka adalah belum tersedianya kemasan untuk beras SPHP, sehingga menghambat proses penyaluran ke masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Laskar Anti Korupsi Indonesia (DPP LAKI), Burhanudin Abdulah, S. H., mengkritisi kinerja pihak penyalur, dalam hal ini Bulog, yang dinilai belum mampu mengantisipasi persoalan teknis seperti ketersediaan kemasan.
“Hal seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi. Beras SPHP adalah kebutuhan pokok rakyat yang harus mendapat perhatian serius,” ujarnya.
Burhan juga menilai alasan terhambatnya distribusi akibat kemasan terkesan tidak tepat. Ia meminta Bulog segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut, tanpa bergantung pada faktor eksternal.
Baca Juga : *PWI Bekasi Raya Apresiasi Plt Bupati, Tekankan Tindak Lanjut Nyata*
LAKI mendesak agar solusi cepat segera diambil, mengingat beras SPHP merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan dan membantu masyarakat berpenghasilan rendah di tengah tekanan ekonomi.(red)







