Spread the love

INFOLAKI.COM, SUMENEP – Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Sumenep, Misnadin, memberikan keterangan kepada media INFOLAKI.COM terkait pemberitaan yang beredar pada 28 Mei 2026 mengenai dugaan dirinya melakukan pembekingan terhadap salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kecamatan Kalianget Barat Kabupaten Sumenep.

Baca Juga : Mabes Polri Serahkan Hewan Kurban untuk Warga Papua Muslim Perantauan Melalui IKBP

Dalam keterangannya, Misnadin menegaskan bahwa dirinya bersama dua rekannya, bukanlah pihak yang melakukan aktivitas ilegal ataupun pembekingan sebagaimana yang dituduhkan. Ia menyebut ketiganya secara resmi menjalankan tugas sebagai humas di SPBU tersebut.

“Peran kami di SPBU hanya sebatas membantu kelancaran pelayanan dan memastikan aktivitas di lapangan berjalan tertib serta kondusif,” ujar Misnadin saat memberikan keterangan kepada awak media.

Misnadin juga menjelaskan terkait pembelian solar menggunakan jerigen oleh para nelayan yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, seluruh proses pengisian telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan yang berlaku. Sudah mendapat rekom dari UPT Pasongsongan Kabupaten Sumenep.

Baca Juga : Firma Hukum LAKI dan Patners Bebaskan Midi dari Jeratan Hukum 486 KUHP di PN Pontianak

Hal senada turut disampaikan oleh (HJ) manajer SPBU tersebut. Ia memastikan bahwa seluruh transaksi pembelian bahan bakar di SPBU yang dipimpinnya telah berjalan sesuai aturan dan pengawasan yang berlaku.

“Semua pembelian BBM di SPBU kami sudah sesuai ketentuan. Untuk kebutuhan nelayan yang menggunakan jerigen, seluruhnya telah melalui prosedur yang berlaku,” ujar manajer SPBU.

HJ Manajer SPBU itu juga membenarkan bahwa Misnadin memang bertugas sebagai humas yang membantu koordinasi pelayanan di lapangan.

Klarifikasi tersebut disampaikan guna meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun opini liar terhadap pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan sebelumnya.(daroel/red)